5 Keahlian Utama Seorang ‘Editor’ Selain Ilmu Bahasa

Oleh:Rafa A. Ramadhan, senior writer at Alveo

Profesi editor naskah sangat berkaitan dengan dunia penulisan, penerbitan dan industri sejenis lainnya. Meskipun seringkali dilihat sebelah mata, profesi ini memiliki peran yang sangat vital dalam memaksimalkan kualitas penulisan. Secara umum, aktivitas menyunting atau editing identik dengan ilmu bahasa yang menjadi sarana atau jembatan bagi penulis untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. Namun, selain harus mengusai ilmu bahasa secara menyeluruh, seorang editor harus memiliki keahlian lain yang mampu menunjang proses penyuntingan, di antaranya:

  1. Berwawasan luas

Tidak hanya mengenal ejaan, tata bahasa, leksiologi, sintaksis dan lainnya, seorang editor diharuskan memiliki pengetahuan atau wawasan yang luas. Dewasa ini, seringkali kita temui tulisan yang memuat berbagai informasi yang tidak akurat. Untuk itu, seorang editor dituntut untuk memiliki pengetahuan atau insight yang beragam dengan memanfaatkan berbagai sumber media yang kredibel, agar tulisan yang disunting dapat memenuhi kriteria penulisan yang faktual.

  1. Teliti dan sabar

Dua hal ini bisa dibilang merupakan modal dasar yang harus dimiliki seorang editor. Betapa tidak, untuk memaksimalkan hasil tulisan, seorang editor didorong untuk teliti dalam mencari kesalahan pada tata bahasa, penulisan atau typo, dan juga mengeliminasi bahasa yang berlebihan. Selain itu, seorang editor sering kali diharuskan untuk bekerja dengan disiplin waktu yang ketat atau sesuai deadline, dan didorong untuk memeriksa naskah berulang-ulang. Karenanya, mental yang sabar dan tahan banting sungguh diperlukan untuk menghadapi situasi seperti itu.

  1. Peka terhadap isu SARA dan pornografi

Tidak sedikit tulisan yang beredar di masyarakat menyinggung isu SARA dan pornografi yang seharusnya tidak layak untuk terbit dan tersebar di khalayak ramai. Dalam mengatasi hal ini, editor berperan penting agar tulisan yang akan diterbitkan dapat memenuhi dan mematuhi peraturan, kode etik penulisan maupun norma dan hukum tidak tertulis yang berlaku di tengah masyarakat, sehingga tulisan yang diterbitkan dapat dibaca oleh semua pihak.

  1. Menguasai bidang ilmu tertentu

Tulisan bersifat sangat universal, di mana setiap orang dari berbagai latar belakang pendidikan dapat menyampaikan isi pikirannya melalui tulisan. Selain menguasai ilmu bahasa secara menyeluruh, seorang editor juga didorong untuk menguasai bidang ilmu tertentu. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan bagi editor apabila menemukan istilah-istilah atau terminologi yang tidak tepat dalam suatu bidang ilmu tertentu.

  1. Memiliki keluwesan

Seorang editor tidak dapat bekerja sendiri, profesi ini mengharuskan mereka untuk dapat menjalin dan menjaga hubungan yang baik, minimal dengan seorang penulis atau pengarang naskah. Maka dari itu, seorang editor patut bersikap dan berlaku luwes (supel). Dalam hubungannya dengan pihak luar, seorang editor juga bertindak sebagai duta penerbit atau wakil suatu perusahaan. Oleh karenanya, seorang editor juga dituntut untuk dapat menjaga citra dan nama baik suatu perusahaan.

10 Hal Penting dalam Corporate Writing

By: Alif Arienzo, writer at Alveo

Untuk menjadi ahli di suatu bidang, tentu saja ada hal dasar yang harus dipahami. Begitu juga untuk menjadi seorang penulis yang baik. Berikut adalah 10 hal penting yang harus diperhatikan penulis yang ingin berkecimpung di dunia Corporate Writing.

 

 

  1. Kenali Pembaca

Hal pertama yang dilakukan oleh seorang penulis yang baik adalah mengenali pembacanya. Siapa mereka, bagaimana latar belakangnya, kenapa mereka harus membaca tulisan Anda. Informasi ini akan sangat membantu Anda dalam membuat konten atau tulisan yang menarik dan tepat sasaran.

 

  1. Pahami Pesan

Langkah penting lainnya agar pesan atau tulisan yang ingin Anda sampaikan dapat diterima dengan baik adalah dengan memahami apa yang ingin Anda sampaikan. Pelajari, gali data dan fakta agar Anda benar-benar menguasai dan yakin dengan apa yang Anda tulis.

 

  1. Jadi Berbeda

Memiliki gaya penulisan yang berbeda dari penulis lainnya akan membuat Anda lebih bernilai, unik dan mudah diingat.

 

  1. Selipkan Call to Action

Dalam corporate writing atau bahkan dalam penulisan lainnya, pastikan Anda selalu membuat bagian call to action, suatu kalimat atau informasi berupa kontak perusahaan, cara pemesanan atau pembelian, tautan, hingga kalimat ajakan yang Anda harapkan untuk pembaca lakukan.

 

  1. Singkat namun Membekas

Karena kualitas > kuantitas. Setuju, kan?

 

  1. Hindari Ambiguitas

Penggunaan kata yang ambigu dapat membuat pesan yang ingin Anda sampaikan disalahartikan. Jadi, tetap gunakan kata-kata yang mudah dimengerti dan sesuai dengan target pembaca Anda.

 

  1. Formula AIDA

AIDA (Attention – Interest – Desire – Action) merupakan rumus yang harus selalu Anda gunakan di setiap tulisan. Formula AIDA terbukti efektif dapat membuat konten dan promosi Anda jadi lebih menarik.

 

  1. Fokus pada Manfaat Bukan Fitur

Pembaca atau calon konsumen akan lebih tertarik pada hasil dan manfaat, bukan fitur. Jadi, cobalah untuk fokus pada bagaimana produk atau jasa yang Anda miliki dapat bermanfaat bagi mereka.

 

  1. Pelajari Lebih Banyak Kosakata

Untuk meningkatkan kemampuan menulis, tentunya Anda harus lebih banyak membaca. Pelajari kosakata baru minimal satu kata sehari, hal ini akan membantu tulisan Anda jauh lebih berwarna nantinya.

 

  1. Baca Kembali

Luangkan waktu untuk membaca kembali tulisan Anda. Hal ini akan membuat Anda jadi lebih teliti dalam menemukan kesalahan untuk kemudian mengeksplorasinya guna menciptakan tulisan yang lebih berkualitas.