Oleh:Rafa A. Ramadhan, senior writer at Alveo

Profesi editor naskah sangat berkaitan dengan dunia penulisan, penerbitan dan industri sejenis lainnya. Meskipun seringkali dilihat sebelah mata, profesi ini memiliki peran yang sangat vital dalam memaksimalkan kualitas penulisan. Secara umum, aktivitas menyunting atau editing identik dengan ilmu bahasa yang menjadi sarana atau jembatan bagi penulis untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. Namun, selain harus mengusai ilmu bahasa secara menyeluruh, seorang editor harus memiliki keahlian lain yang mampu menunjang proses penyuntingan, di antaranya:

  1. Berwawasan luas

Tidak hanya mengenal ejaan, tata bahasa, leksiologi, sintaksis dan lainnya, seorang editor diharuskan memiliki pengetahuan atau wawasan yang luas. Dewasa ini, seringkali kita temui tulisan yang memuat berbagai informasi yang tidak akurat. Untuk itu, seorang editor dituntut untuk memiliki pengetahuan atau insight yang beragam dengan memanfaatkan berbagai sumber media yang kredibel, agar tulisan yang disunting dapat memenuhi kriteria penulisan yang faktual.

  1. Teliti dan sabar

Dua hal ini bisa dibilang merupakan modal dasar yang harus dimiliki seorang editor. Betapa tidak, untuk memaksimalkan hasil tulisan, seorang editor didorong untuk teliti dalam mencari kesalahan pada tata bahasa, penulisan atau typo, dan juga mengeliminasi bahasa yang berlebihan. Selain itu, seorang editor sering kali diharuskan untuk bekerja dengan disiplin waktu yang ketat atau sesuai deadline, dan didorong untuk memeriksa naskah berulang-ulang. Karenanya, mental yang sabar dan tahan banting sungguh diperlukan untuk menghadapi situasi seperti itu.

  1. Peka terhadap isu SARA dan pornografi

Tidak sedikit tulisan yang beredar di masyarakat menyinggung isu SARA dan pornografi yang seharusnya tidak layak untuk terbit dan tersebar di khalayak ramai. Dalam mengatasi hal ini, editor berperan penting agar tulisan yang akan diterbitkan dapat memenuhi dan mematuhi peraturan, kode etik penulisan maupun norma dan hukum tidak tertulis yang berlaku di tengah masyarakat, sehingga tulisan yang diterbitkan dapat dibaca oleh semua pihak.

  1. Menguasai bidang ilmu tertentu

Tulisan bersifat sangat universal, di mana setiap orang dari berbagai latar belakang pendidikan dapat menyampaikan isi pikirannya melalui tulisan. Selain menguasai ilmu bahasa secara menyeluruh, seorang editor juga didorong untuk menguasai bidang ilmu tertentu. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan bagi editor apabila menemukan istilah-istilah atau terminologi yang tidak tepat dalam suatu bidang ilmu tertentu.

  1. Memiliki keluwesan

Seorang editor tidak dapat bekerja sendiri, profesi ini mengharuskan mereka untuk dapat menjalin dan menjaga hubungan yang baik, minimal dengan seorang penulis atau pengarang naskah. Maka dari itu, seorang editor patut bersikap dan berlaku luwes (supel). Dalam hubungannya dengan pihak luar, seorang editor juga bertindak sebagai duta penerbit atau wakil suatu perusahaan. Oleh karenanya, seorang editor juga dituntut untuk dapat menjaga citra dan nama baik suatu perusahaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: