By Sumiyati. Originally published on viva.co.id

VIVA Lifestyle – Judul di atas seringkali jadi pertanyaan atau bahkan sindiran, ketika ada yang berminat menjadi seorang penulis. Namun, ternyata jawabannya adalah sangat bisa.  Tak perlu melongok ke para penulis novel atau biografi ternama macam Andrea Hirata atau Alberthiene Endah. Namun, mereka yang menjadikan penulisan sebagai karier pun dipastikan bisa ‘hidup’ layak. 

Tidak percaya? Langsung saja googling dengan kata kunci lowongan kerja penulis. Setelah menekan enter, kamu akan melihat ribuan iklan lowongan kerja untuk penulis berseliweran di jagat Google. 

Mulai dari lowongan penulis konten untuk perusahaan, penulis yang paham teknik search engine optimization (SEO), penulis naskah iklan alias copywriting, penulis report writing alias penulis laporan perusahaan seperti annual report dan sustainable report, hingga jasa yang terkait di sekitarnya, seperti penyunting naskah buku, sampai penerjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa asing maupun sebaliknya. 

Hal ini turut dibenarkan oleh Aulia R. Sungkar, founder sekaligus Direktur Alveo, perusahaan yang berfokus melayani berbagai macam jenis penulisan kreatif, penerjemahan, dan penyuntingan naskah. Bahkan dia menyebut peluang kerja di bidang penulisan begitu terbentang lebar.  “Peluang kerja di industri penulisan masih terbuka lebar. Hal ini sejalan dengan Riset Dentsu Aegis Network yang memaparkan industri penulisan terus bertumbuh positif dari tahun ke tahun. Berdasar Dentsu Insights Consumer Report konsumsi online di Indonesia naik sebesar 70 persen selama 60 hari setelah pandemi melanda pada 2020. Dan ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Aulia, yang akrab dengan nama panggilan Ollie, dalam keterangannya, Selasa 30 Agustus 2022.

Hal ini pun dibuktikan langsung oleh Ollie yang mendirikan Alveo sejak 2016. Hingga kini, sebagai sebuah agensi penulisan dan penerjemahan jumlah klien dan pekerjaan Alveo terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Kini Alveo sudah mempekerjakan lebih dari sepuluh staf dan profesional, baik fulltime maupun paruh waktu, dari berbagai bidang sebagai penulis, penerjemah, penyunting naskah, serta marketing dan admin.  “Saya bersyukur perusahaan saya terus bertumbuh bahkan di masa pandemi kemarin. Pola kerja dari rumah (WFH) pun sangat fleksibel diterapkan di bidang ini ketika di puncak pandemi kemarin,” urainya. 

Dirinya pun melihat agensi lain mengalami pertumbuhan yang baik. Jadi ini menurutnya sebagai indikator bahwa profesi penulisan akan terus bertumbuh pesat. “Yang menarik adalah, kita tidak harus berlatar belakang sastra untuk bisa menjadi seorang penulis. Karyawan kami pun berasal dari berbagai latar pendidikan yang berbeda. Yang terpenting adalah jika kita berhasrat menjadi seorang penulis, maka yang paling utama growth mindset harus dipegang erat,” paparnya. 

“Keinginan untuk terus meningkatkan skill kepenulisan dengan belajar berbagai teknik atau gaya penulisan harus terus dipupuk. Hanya dengan begitu kita bisa tetap relevan mengikuti berbagai perkembangan terbaru di industri ini,” tutur Ollie memungkas pemaparannya.

%d bloggers like this: