By Wahid. Originally published on marketing.co.id

Marketing.co.id – Berita Digital | Bekerja sebagai penulis, memangnya bisa diandalkan? Jawaban pertanyaan tersebut tentunya sangat bisa. Pasalnya, banyak penulis novel atau biografi yang menjadikan penulisan sebagai karir bisa sukses dan dipastikan ‘hidup’ layak.

Apalagi di era digital seperti sekarang keahlian menulis ternyata semakin dibutuhkan, mengingat hampir semua orang telah mengakses konten digital, termasuk konten tulisan. Bahkan profesi sebagai penulis mampu bertahan bahkan bertumbuh di masa pandemi.

Terbukti dengan banyaknya lowongan kerja penulis. Mulai dari lowongan penulis konten untuk perusahaan, penulis yang paham teknik search engine optimization alias SEO, penulis naskah iklan alias copywriting, penulis report writing alias penulis laporan perusahaan seperti annual report dan sustainable report, hingga jasa yang terkait di sekitarnya, seperti penyunting naskah buku, sampai penerjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa asing maupun sebaliknya.

Seperti dikemukakan Aulia R. Sungkar, founder sekaligus Direktur Alveo.co.id, perusahaan yang berfokus melayani berbagai macam jenis penulisan kreatif, penerjemahan, dan penyuntingan naskah, menyebutkan peluang kerja di bidang penulisan terbentang lebar.

“Peluang kerja di industri penulisan masih terbuka lebar. Hal ini sejalan dengan Riset Dentsu Aegis Network yang memaparkan industri penulisan terus bertumbuh positif dari tahun ke tahun,” ujar Aulia, yang akrab dengan nama panggilan Ollie.

“Berdasar Dentsu Insights Consumer Report konsumsi online di Indonesia naik sebesar 70 persen selama 60 hari setelah pandemi melanda pada 2020. Dan ini akan terus meningkat dari tahun ketahun,” imbuhnya.

Hal ini pun dibuktikan langsung oleh Ollie yang mendirikan Alveo sejak 2016. Hingga kini, sebagai sebuah agensi penulisan dan penerjemahan jumlah klien dan pekerjaan Alevo terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Kini Alveo.co.id mempekerjakan lebih dari sepuluh staf dan profesional, baik fulltimemaupun paruh waktu, dari berbagai bidang sebagai penulis, penerjemah, penyunting naskah, serta marketing dan admin.

“Saya bersyukur perusahaan saya terus bertumbuh bahkan di masa pandemi kemarin. Pola kerja dari rumah (WFH) pun sangat fleksibel diterapkan di bidang ini ketika di puncak pandemi kemarin,” urainya.

Dirinya pun melihat agensi lain mengalami pertumbuhan yang baik. Jadi ini menurutnya sebagai indikator bahwa profesi penulisan akan terus bertumbuh pesat.

“Yang menarik adalah, kita tidak harus berlatar belakang sastra untuk bisa menjadi seorang penulis. Karyawan kami pun berasal dari berbagai latar pendidikan yang berbeda,” ungkap Ollie.

Lanjutnya terpenting adalah jika kita berhasrat menjadi seorang penulis, maka yang paling utama growth mindset harus dipegang erat. Keinginan untuk terus meningkatkan skillkepenulisan dengan belajar berbagai teknik atau gaya penulisan harus terus dipupuk.

“Hanya dengan begitu kita bisa tetap relevan mengikuti berbagai perkembangan terbaru di industri ini,” Ollie memungkas pemaparannya. (AM)

%d bloggers like this: