Nilai (value) yang dimiliki perusahaan tidak hanya merujuk kepada laporan kinerja dan keuangan yang mengesankan. Namun, peran dan atensi suatu perusahaan atau organisasi terhadap kehidupan sosial, kemajuan ekonomi serta keberlangsungan lingkungan pun dapat meningkatkan nilai perusahaan dalam hal keberlanjutan. Aspek keberlanjutan ini dapat diungkapkan secara komprehensif ke dalam sebuah Laporan Keberlanjutan. Lalu, apa saja aspek yang biasanya tercantum dalam sebuah Laporan Keberlanjutan, serta apa saja manfaatnya? 

Aspek Laporan Keberlanjutan

Global Reporting Initiative (GRI) merupakan framework yang sering digunakan banyak perusahaan untuk menyusun Laporan Keberlanjutan. Framework ini memiliki fungsi yang sama dengan framework penyusunan laporan non finansial lainnya, seperti triple bottom line dan laporan corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sebuah laporan keberlanjutan setidaknya memuat berbagai hal sebagai berikut:

Strategi dan Profil 

Pandangan strategis diperlukan untuk membuat konteks laporan lebih detail. Selain itu, menampilkan pandangan strategis bertujuan untuk menunjukkan kredibilitas suatu organisasi atau perusahaan. 

Profil Organisasi

Profil organisasi pada umumnya memuat poin-poin berikut: 

  1. Nama organisasi
  2. Merek, produk, dan jasa 
  3. Struktur operasional organisasi 
  4. Lokasi kantor pusat 
  5. Jumlah negara atau wilayah perusahaan beroperasi
  6. Sifat kepemilikan (legalitas)
  7. Pelayanan pasar (berdasarkan geografi, sektor, jenis konsumen)
  8. Skala organisasi (jumlah pegawai, penjualan neto, dan pendapatan netto)

Parameter Laporan

Informasi mengenai parameter laporan keberlanjutan memuat poin-poin sebagai berikut: 

  1. Periode laporan 
  2. Tanggal laporan sebelumnya
  3. Siklus pelaporan 
  4. Alamat kontak 

Tata Kelola, Komitmen, dan Keterlibatan

Dalam laporan keberlanjutan, perusahaan atau organisasi harus memuat tata kelola yang mendukung aspek keberlanjutan sebuah perusahaan. Perusahaan juga harus mendemonstrasikan komitmen kuat dan keterlibatannya terhadap aspek dan pengembangan keberlanjutan. 

Tanggung Jawab terhadap Lingkungan

Selain ekonomi dan sosial, aspek lingkungan merupakan salah satu aspek yang paling mendasar dalam pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Penilaian aspek lingkungan dalam laporan keberlanjutan dapat mencakup proses input (air, material, dan energi) serta output (air limbah, limbah, dan emisi). Semakin baik pengelolaan lingkungan suatu perusahaan, semakin besar juga kepercayaan publik yang didapat. 

Manfaat Laporan Keberlanjutan 

Setiap laporan yang dibuat oleh perusahaan atau organisasi tentu memiliki manfaat masing-masing, sesuai dengan fungsi laporan tersebut. Dengan penyusunan laporan keberlanjutan, suatu perusahaan atau organisasi dapat memperoleh berbagai manfaat baik secara internal maupun eksternal. 

Manfaat Internal 

  • Meningkatkan pemahaman terhadap risiko dan peluang.
  • Memperkuat kinerja finansial maupun non finansial.
  • Memberikan dampak positif terhadap strategi manajemen dan kebijakan jangka panjang, serta rencana bisnis.
  • Mempersingkat proses bisnis, mengurangi biaya, dan meningkatkan efisiensi.
  • Mengukur dan menilai kinerja keberlanjutan yang berkaitan dengan hukum, norma, undang-undang, standar kinerja, serta upaya sukarela. 
  • Menghindari keterlibatan dalam kegagalan lingkungan, sosial dan tata kelola.
  • Mendapatkan perbandingan antar perusahaan dan sektor secara internal. 

Manfaat Eksternal 

  • Memitigasi dampak negatif terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola.
  • Meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik.
  • Memberikan pemangku kepentingan pemahaman mengenai nilai, dan aset berwujud maupun tidak berwujud suatu perusahaan.
  • Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam pengembangan yang berkelanjutan. 

Dengan Laporan Keberlanjutan, perusahaan dapat meyakinkan publik serta calon investor melalui perhatian mereka terhadap aspek keberlanjutan. Selain dapat meningkatkan nilai sebuah perusahaan, pengungkapan aspek keberlanjutan dalam Laporan Keberlanjutan dapat membantu meningkatkan transparansi dalam hal risiko serta peluang yang dapat diidentifikasi dengan mudah oleh para pemangku kepentingan. Transparansi ini juga berperan dalam pengambilan keputusan yang lebih baik, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap bisnis perusahaan. (ALV)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: